Creativity

Innovation

Originality

Imagination

 

Salient

Salient is an excellent design with a fresh approach for the ever-changing Web. Integrated with Gantry 5, it is infinitely customizable, incredibly powerful, and remarkably simple.

Download

Pada 21 Desember 2010 lalu, sebagai bagian dari program transformasi BPD, maka BPD seluruh Indonesia dan Bank Indonesia (BI) mencanangkan apa yang mereka sebut cita-cita menjadi “BPD Regional Champion” selanjutnya disebut BRC. Salah satu keinginan dari BPD seluruh Indonesia untuk menjadi “raja” di daerah masing-masing. Ada tiga pilar yang menjadi fokus perhatian BRC, ketahanan kelembagaan yang kuat, BPD berkomitmen untuk meningkatkan permodalan, meningkatkan efisiensi guna mencapai tingkat profitabilitas yang memadai didukung sehingga dapat memberikan kredit dengan suku bunga yang kompetitif kepada masyarakat. Inisiatif BPD ini merupakan salah satu dari pelaksanaan Revisi Arsitektur Perbankan Indonesia (API) yang ditujukan untuk memperkuat struktur perbankan nasional sebagai bagian menjaga kestabilan sistem keuangan Indonesia. Lima tahun lebih sejak dicanangkan BRC yang awalnya diharapkan tahun 2014 akan ada BPD yang mencapainya, tetapi sampai saat ini belum ada satupun BPD yang berhasil mencapai BRC sehingga ada wacana dari OJK dan Asbanda untuk membuat BRC Jilid dua. Jilid pertama dari BRC ada beberapa BPD yang mampu mencapai sebagian indikator untuk dapat dikatakan sebagai BRC, oleh karena itu di jilid kedua ini OJK dan Asbanda mengharapkan akan ada BPD yang mencapai seluruh target yg ditetapkan agar dapat disebut sebagai BRC.

Indonesia menganut sistem two-tier, yang membuat pemisahan pada dewan komisaris dan dewan direksi, disatu sisi dewan direksi yang memiliki peran dalam melaksanakan atau mengelola perusahaan dan disisi lain dewan komisaris yang berperan dalam mengawasi dewan direksi dalam hal pengelolaan perusahaan. Indonesia memiliki beberapa jenis perusahaan diantaranya perusahaan swasta dan juga perusahaan BUMN.  Kedua jenis perusahaan ini memiliki perbedaan yang mendasar dalam hal pengangkatan dewan komisaris dan dewan direksi, dimana pada perusahaan swasta cenderung mengangkat keluarga dari pemilik perusahaan dan digabungkan dengan beberapa orang professional serta karyawan yang memiliki karir gemilang dan bisa masuk dalam dewan komisaris dan direksi.  Sedangkan dipihak BUMN, pengangkatan dewan komisaris dan dewan direksi sangat dipengaruhi oleh pemerintah, dimana dalam hal ini diwakilkan oleh menteri BUMN, jadi dalam hal ini menteri bisa mengangkat professional dari luar perusahaan ataupun pejabat karir dari perusahaan itu sendiri. Begitu juga dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang adalah milik pemerintah daerah, pengangkatan dewan komisaris dan direksi dipengaruhi oleh pemerintah daerah provinsi sebagai shareholder terbesar.  Hal ini menjadi isu yang menarik karena berhubungan dengan politik dan hampir sebagian BPD di Indonesia, eksekutif yang duduk di dewan komisaris dan direksi memiliki hubungan yang dekat dengan pemerintah daerah, walau demikian ada beberapa BPD yang mengangkat profesional untuk meningkatkan kinerja tetapi hal itu sedikit terjadi di dalam BPD. Didalam perbankan sendiri komposisi dewan komisaris dan direksi sudah diatur dalam Peraturan BI nomor 8/4/PBI/2006 dan telah disempurnakan pada Peraturan BI nomor 8/14/PBI/2006 mengenai pelaksanaan good corporate governancebagi bank umum. Di Sulawesi Utara kita perlu berbangga karena hasil RUPS beberapa minggu yang lalu memutuskan bahwa pengangkatan dewan komisaris dan direksi dibuka untuk umum dan terbuka bagi siapa saja untuk mengajukan dirinya, hal tersebut tidak bisa dilepaskan dari peran pemerintah daerah provinsi Sulawesi Utara dalam hal ini Gubernur Olly Dondokambey, SE yang menginginkan dewan komisaris dan direksi untuk Bank SulutGo periode 2016-2010 di tempati orang-orang yang profesional dan berkompeten di perbankan,  hal ini bukan berarti dewan komisaris dan direksi yang lama tidak layak tetapi tentunya akan membawa persaingan yang lebih sehat untuk dapat menjadi tim yang lebih baik dan profesional dalam menahkodai torang pe bank agar supaya memiliki kinerja yang lebih baik lagi.  BPD itu sendiri berjumlah 26 diseluruh Indonesia dan terdapat pada 26 provinsi yang lama sebelum terjadinya pemekaran di beberapa provinsi di Indonesia sehingga namanya berubah contohnya Bank Sulut menjadi Bank SulutGo (Sulawesi Utara dan Gorontalo) ada juga Bank Jabar Banten, Bank Sulselbar yang adalah Sulawesi Selatan dan Barat dll, pada akhir tahun 2015 aset seluruh BPD di Indonesia berjumlah 547 triliun rupiah atau secara konsolidasi berada pada urutan keempat di Indonesia setelah Bank Mandiri (905 triliun), BRI (802 triliun) dan BCA (584 triliun) serta lebih tinggi dari BNI (456 triliun) dan CIMB Niaga (244 triliun).